Marquee Text Live - http://www.marqueetextlive.com

Laman

Senin, 28 Januari 2013

Tanpa Syair

Harus memulai dengan kalimat tak jelas
Tak terpikir dibenak
Apa yang akan aku tuangkan
Namun jari ini ingin selalu dituntun

Tidakkah aku dilarang begini
Berkarya tanpa syair
Sebagai tuangan jari yang selalu ingin dituntun
Inilah hasil goresan tintah dari jariku
Meskipun tak bermakna namun setidaknya berkarya

Minggu, 20 Januari 2013

Biografi Iwan Fals


            Iwan Fals bernama lengkap Virgiawan Listanto lahir dari pasangan Lies (ibu) dan ayah Haryoso almarhum (kolonel Anumerta) pada 3 September 1961 di Jakarta. Iwan menikahi Rosanna (Mbak Yos) dan mempunyai anak Galang Rambu Anarki (almarhum), Annisa Cikal Rambu Basae, dan Rayya Rambu Robbani. Ia merupakan seorang penyanyi yang menjadi legenda hidup Indonesia. Lewat lagu-lagunya, Iwan Fals memotret kehidupan dan sosial-budaya. Dia konsisten mengangkat persoalan sosial dan meneropong kaum pinggiran yang dekat dengannya. Iwan Fals juga sempat aktif di kegiatan olahraga, ia juga pernah meraih juara II Karate Tingkat Nasional dan Juara IV Karate Tingkat Nasional 1989. Kharisma Iwan Fals sangat besar. Kesederhanaannya menjadi panutan para penggemar yang tersebar di seluruh Nusantara. Para penggemar Iwan Fals bahkan mendirikan yayasan pada 16 Agustus 1999 yang disebut Yayasan Orang Indonesia atau biasa dikenal dengan seruan Oi. Ketika mendirikan itu dihadiri oleh berbagai orang, diantaranya pencuri, bandar narkorika, karyawan, bapak yang sepuh, perempuan tomboy, perempuan berjilbab, dan ada juga yang berpenampilan punk rock. Yayasan ini mewadahi aktifis para penggemar Iwan Fals. Hingga sekarang kantor cabang Oi dapat ditemukan setiap penjuru Nusantara.
            Semasa kecil, Iwan Fals bercita-cita menjadi tentara. Ketika akhirnya Iwan menjadi penyanyi, maka ia mengalihkan cita-cita menjadi tentara kepada kegiatan olahraga. Iwan Fals menghabiskan masa kecilnya di Bandung. Namun ia sempat ikut saudaranya di Jeddah, Arab Saudi selama 8 bulan. Bakat musik Iwan Fals makin terasa ketika ia berusia 13 tahun karena ia banyak menghabiskan waktunya untuk mengamen. Selanjutnya, Iwan Fals mendapat ajakan untuk mengadu nasib di Jakarta dari seorang produser. Iwan lalu menjual sepedah motornya untuk biaya membuat master. Iwan rekaman pertama bersama rekan-rekannya yang tergabung dalam Amuradul. Namun album tersebut gagal di pasaran dan Iwan kembali menjalani profesi sebagai pengamen. Namun setelah dapat juara festival musik country, Iwan ikut festival lagu humor. Lagu-lagu humor milik Iwan sempat direkam bersama Pepeng, Krisna, dan Nana Krip kemudian diproduksi oleh ABC Record. Tapi juga gagal dan hanya dikonsumsi oleh kalangan tertentu saja. Tak putus sampai disitu sebelum pada akhirnya perjalanan Iwan bekerjasama dengan Musica Studio. Namun sebelum itu iwan sudah rekaman sekitar 4-5 album. Setelah bergabung di Musica baru lagu Iwan digarap serius. Seperti Album Sarjana Muda yang musiknya ditangani oleh Willy  Soemantri. Meskipun demikian, Iwan tetap menjalani profesi mengamennya dengan mendatangi rumah ke rumah, kadang di Pasar Kaget atau Blog M. Album Sarjana Muda ternyata banyak diminati dan semenjak itu Iwan mendapatkan berbagai tawaran untuk bernyanyi.
            Ketika Album Opini banyak yang meminati , pada masa itu anak pertamanya lahir pada 1 Januari 1981 dan diberi nama Rambu Galang Anarki. Bahkan nama anaknya tersebut dijadikan judul dalam lagu ciptaannya yang berisi tentang kegelisahan orang tua menghadapi kenaikan harga-harga barang sebgai imbas kenaikan bahan bakar minyak. Namun kehidupan keluarga Iwan  masih merasakan beratnya tuntunan hidup pada masa itu. Selepas tahun 1983, kondisi keuangan Iwan Fals mulai membaik. Namun pada April 1984, Iwan berurusan dengan aparat keamanan karena menyanyikan lagu “Demokrasi Nasi”, “Pola Sederhana”, dan “Mbak Tini” dalam sebuah penampilannya di Pekanbaru. Lagu-lagunya yang sarat kritik memang membuatnya harus menanggung resiko keamanan. Pada tahun yang sama, sutradara Sopan Sophian mengajak Iwan bermain dalam film Damai Kami Sepanjang Hari. Setahun kemudian Iwan benar-benar berhenti ngemen ketika kelahiran anak keduanya, yaitu Annisa Cikal Rambu Basae. Lalu pada 1987, dia mulai tampil di TVRI.
           Saat bergabung dengan Swami dan merilis album bertaju Swami pada 1989, nama Iwan Fals semakin meroket, terutama berkat hit “Bento” dan “Bongkar”. Setahun kemudian, Iwan bergabung dengan Kantata Takwa. Tak lama kemudian Swami merilis album , yaitu Swami II. Disela Kantat, Iwan masih merilis album-album solo maupun bersama kelompok seperti Dalbo yang sebagian besar adalah eks personel Swami. Sejak Iwan merilis album Mata Dewa sampai keterlibatannya dalam Swami dan Kantata Takwa, nama dia semakin melambung. Namun kemudian kehidupan pribadi Iwan berubah ketika putranya, Galang Rambu Anarki, meninggal pada April 1997. Dan dimakamkan di pekarangan rumah Iwan di Desa Leuwinanggung, Cimanggis, Depok, Jawa Barat. Kejadian itu membuat aktivitas musik Iwan sempat vakum dan dia hanya menyibukkan diri dengan melukis dan berlatih bela diri. Dia juga mencukur habis rambutnya. Setelah sekian lama menyendiri akibat kesedihan yang mendalam atas kematian Galang, Iwan pada 2002 merilis album Suara Hati. Salah satu lagunya berjudul “Hadapi Saja” yang menceritakan tentang kematian Galang. Dalam lagu ini, Yos, istri Iwan, turut menyumbangkan suaranya. Semenjak kematian Galang, gaya bermusik Iwan terkesan lebih dewasa dan puitis.
         Pada 22 Januari 2003, Iwan Fals dianugerahi seorang anak lelaki yang  diberi nama Rayya Rambu Robbani. Kelahiran putra ketiganya ini akan menjadi pengganti almarhum Galang dan banyak memberi inspirasi musik bagi Iwan. Pada April 2007, Iwan merilis album bertitel 50:50. Ini judul yang unik karena dari 12 lagu yang ada di album ini, enam diantaranya diciptakan oleh iwan dan sisanya diciptakan oleh musisi-musisi lain. Iwan sudah mendirikan label rekaman sendiri yang diberi nama Fals Records. Band pertama yang ia tangani adalah Hardolino. Di sisi lain penampilan Iwan  juga berubah total. Dia tampak lebih bersahaja dengan disisir rapi tanpa jenggot dan kumis. Sekarang juga sering memakai kemeja yang dimasukkan ke dalam celana jeans. Bukan seperti dulu yang memakai kaos oblong dan kadang telanjang dada dengan rambut panjang tidak teratur dan kumis tebal.

Senin, 07 Januari 2013

Saksi Hujan

Hujan menyaksikan
seolah tak ingin kelewatan
semua yang sudah aku korbankan

meskipun hanya rintikan
namun suaranya merdu riang
sulit tuk dilupakan
abadi menghantui sang zaman

namun...
ketika sang mentari mulai menerobos awan hitam
awan tak lagi suram
dunia berubah terang
hujan tak akan memaksa untuk terus berjuang
sungguh indah kala itu
meskipun hanya rintikan berselang.