Marquee Text Live - http://www.marqueetextlive.com

Laman

Selasa, 30 Oktober 2012

Kalimat Motivasi


Ibaratkalah kehilangan cinta itu seumpama hilangnya cincin permata di lautan luas yang tiada bertepi dan harus dilupakan.
Apa yang terpancar dari hati tak dapat kubantah, tak mampu kusingkirkan dari benak ini.
mengalah untuk kebaikan teman itu lebih baik dari pada menang tapi mengorbankan teman lebih banyak.
lakukan terlebih dahulu kemudian menegur dan jangan menegur ketika anda belum melakukan.
            Biarkan impianmu lebih besar dari rasa takutmu, biarkan perbuatanmu  berbicara lebih keras dari mulutmu dan biarkan keyakinanmu lebih besar dari perasaanmu.
            Jangan abaikan seseorang yang peduli denganmu. Karena suatu hari nanti kau akan merasakan, kau kehilangan berlian ketika kau sibuk mengumpulkan batu kerikil.
            Waktu itu gratis, tapi sangat berharga. Waktu itu tak bisa dimiliki, tapi bisa digunakan. Sekali kau kehilangan, kau tak bisa menemukan kembali.
            Jika kamu tak sanggu jadi pensil untuk menulis kebahagiaan seseorang, maka cobalah jadi penghapus untuk menghapus kesedihan mereka.
            Dalam suatu kondisi, bisa dikatakan lebih baik berpura-pura jahat daripada berpura-pura baik.
            Senyum di wajahku bukan berarti hidupku sempurna, tapi karena aku mensyukuri apa yang kumiliki dan apa yang telah dikaruniakan Tuhan kepadaku.
            Hakekat mengenal diri sendiri adalah kesadaran adanya kekuatan yang kita milik
            Perjuangan seseorang akan banyak berarti jika mulai dari diri sendiri
            Jadilah anda seseorang yang selalu percaya diri, karena percaya diri juga merupakan kunci kesuksesan.

ASPEK ONTOLOGI, EPISTEMOLOGI, DAN AKSIOLOGI ILMU ( SAINS )



1.      Ontologi Sains
Ontologi: analisis tentang objek materi dari ilmu pengetahuan, yaitu hal-hal atau benda-benda empiris. Ontologi sain membahas hakikat dan srtuktur sain. Hakikat sain  menjawab pertanyaan “apakah sain itu sebenarnya?”.
Ø  Hakikat pengetahuan sain:

Masalah Rasional : Dalam menyusun hipotesis harus berdasarkan rasio, dengan kata lain hipotesis harus rasional.

Masalah Empiris : Untuk menguji hipotesis tersebut kita menggunakan meode eksperimen dengan menggunakan sample

Ø  Struktur Sain:
Dalam garis besarnya, sains dibagi 2 yaitu sain kealaman dan sain sosial.
2.      Epistemologi Sains

Epistemologi sains menguraian objek pengetahuan sains, cara memperoleh pengetahuan sains, dan cara mengukur benar tidaknya sains. Objek-objek yang diteliti sain adalah semua objek yang empiris karena bukti-bukti yang harus ditemukan adalah bukti-bukti yang empiris.

Ø  Cara memperoleh pengetahuan sain
         Humanisme          - Rasionalisme
         Empirisme            - Positivisme
         Metode Ilmiah      -  Metode Riset
      Model-model Penelitian
3.      Aksiologi Sain
  Kegunaan pengetahuan sain : Apa guna sain ? sama dengan apa guna pengetahuan ilmiah karena sain (ilmu) isinya teori (ilmiah)
  Cara sain menyelasaikan masalah :  identifikasi masalah, mencari penyebab masalah, dan membaca literatur.
  Netralitas Sain : sain tidak memihak pada kebaikan dan juga tidak  pada kejahatan


Senin, 22 Oktober 2012

Sebelum Terlelap

Sungguh tak terasa
Gelap malam perlahan menyelimuti dunia
Kini aku diatas ranjang cinta
Yang selalu setia menunggu aku tiba

Akulah manusia yang tak sempurna
Ingin membaringkan tubuhnya
Sejenak untuk melepas rasa lelah
Setelah beraktivitas yang selalu terjaga

Diri ini perlahan memejamkan mata
Mencoba mulai melelapkan mata
Namun akan aku syairkan sebait Do'a
Kepada Allah Yang Maha Kuasa

Senin, 15 Oktober 2012

Memandang_Mu

Saat mataku terbuka
Terasa duniaku berbeda
Semua berawal disana
Ditempat kita berjumpa

Kini aku telah melaluinya
Hari yang penuh warna
Berimajinasi dengan senangnya
Memiliki kebebasan yang mengikuti norma

Memandang_Mu
Awal dari inspirasiku
Semangat mulai tumbuh
Menjadikan hal baru di kehidupanku

Inikah kehidupan
Yang selalu memberi harapan
Ketika hanya Memandang_Mu
Inspirasi datang untuk kesuksesan_Ku

Dasar-Dasar Filsafat Ilmu dan Hubungan Filsafat dengan Ilmu


Secara semantik, filsafat adalah pengetahuan yang mempelajari hakikat segala sarwa yang ada dan mungkin ada sedalam-dalamnya yang dilakukan secara radikal dan menyeluruh.Filsafat bersifat menyeluruh, mendasar dan spekulatif, sedangkan cakupan filsafat hanyalah hal-hal yang bersifat umum.
Filsafat mempunyai ciri-ciri sebagai berikut, yaitu:
1.      Menyeluruh : pemikiran yang luas yang tidak ditinjau dari satu sudut pandangan tertentu.
2.      Mendasar : pemikiran yang dalam sampai kepada hal kecil hingga yang tidak tampak.
3.      Spekulatif : hasil pemikiran yang dapat dijadikan untuk menemukan pengetahuan baru.
Ciri-ciri berpikir secara kefilsafatan menurut Ali Mudhofir (1996) :
1.      Radikal : Berpikir sampai keakar-akarnya (mendasar).
2.      Universal (umum) : berpikir tentang hal-hal serta proses yang bersifat umum.
3.      Konseptual : berpikir secara kefilsafatan melampaui batas pengalaman hidup sehari-hari.
4.      Koheren : sesuai dengan kaidah berpikir (logis).
5.      Konsisten : tidak mengandung kontradiksi.
6.      Sistematik : uraian kefilsafatan harus saling berhubungan secara teratur dan terkandung adanya tujuan tertentu.
7.      Komprehensif : berpikir yang mencakup secara menyeluruh.
8.      Bebas : Hasil pemikiran yang bebas dari prasangka-prasangka sosial, historis, kultural ataupun  religius.
9.       Kefilsafatan : pemikiran yang bertanggung jawab.
Objek filsafat dibedakan menjadi 2, yaitu:
1.      Objek material
Objek material adalah suatu bahan yang menjadi tinjauan penelitian Objek material mencangkup apa saja, baik hal konkret atau hal yang abstrak.

2.      Objek FormalObjek formal adalah sudut pandangan yang ditunjukkan darimana objek material disorot.
Ø  Ilmu adalah kumpulan pengetahuan yang disusun secara sistematis, dengan menggunakan metode-metode tertentu yang dapat menerangkan gejala-gejala tertentu di bidang pengetahuan tersebut.
Ø  filsafat ilmu merupakan bagian dari epistemologi (filsafat pengetahuan) yang secara spesifik mengkaji hakikat ilmu.
Ø  Filsafat dasarnya adalah mengkaji dan mengetahui sesuatu. Sedangkan ilmu dasarnya adalah berpikir secara mendalam
Ilmu dapat menyediakan bagi filsafat sejumlah bahan yang berupa fakta-fakta yang sangat penting bagi perkembangan ide-ide filsafat yang tepat, sehingga sejalan dengan pengetahuan ilmiah.Filsafat mempunyai batasan yang lebih luas dan menyeluruh daripada ilmu.


Minggu, 14 Oktober 2012


Ku Dapatkan Cintamu dengan Sastraku

awal ku melihatmu
terlintas sosok lembut di benakku
hingga alam khayalku
selalu tergoda dengan bayanganmu

aku mulai merasakan gejolak dalam diri
yang selalu hadir ketika mengingatmu

akupun diam menatap langit kamar
ketika aku tak dapat memejamkan mata
bayanganmu selalu menghantui sudut imajinasiku
yang selalu membuat makna tersendiri bagiku

kini aku mulai sadar
dengan apa yang sudah aku alami
setelah sekian bulan aku lewati
dengan hadirmu tapi tanpamu

aku merasakan cinta
pada sosok wanita yang selalu menghantuiku
namun apalah daya
mulut ini terasa membisu

ingin rasanya mengucapkan padanya
rasa yang telah sekian lama aku punya
namun apakah bisa
selain dengan satra yang aku punya