ketukan jari seolah tak bermakna
kusebut namamu hingga ku merindu
masih saja kau tak menaggapinya
sendiri ku menunggu
hadirmu dalam malamku
kau telah membuatku merindu
setelah merasakan cemburu
kau kasihku
kau membuatku jatuh
jatuh ke lubuk hatimu
hingga bangkit pun ku tak mau
Kinanthi...
tahukah engkau bahwa;
aku mencintaimu
bukan dengan nafsu
aku menyayangimu
dengan ketulusan hatiku
Kinanthi...
dan tahukah engkau ketika hatiku berujar
menyatakan sesuatu yang seharusnya
diri ini manusia
selalu tak luput salah
maaf mu yang aku mau
itu menjadi guru
sehingga aku berubah
menjadi pribadi yang selalu berbenah diri
Tidak ada komentar:
Posting Komentar