Aku memulai hari dengan senyuman
Indah angkasa tak ku dapati hingga siang
Semua penjuru tertutup suram
Samar bak tiada lagi sang mentari
Bumi basah oleh rintikan yang turun
Awan nan suram yang mengguyur
Aku dapatkan suasana damai dan tenteram
Sembari mendengar ayat-ayat yang keluar
Semua penat aku lepas
Ketenangan yang aku inginkan
Tanpa beban pikiran
Karena aku ingin berimajinasi untuk masa yang akan datang
Senin, 31 Desember 2012
Sabtu, 22 Desember 2012
Feminisme pada Novel “Bekisar Merah”
Ahmad Tohari adalah sastrawan yang terkenal dengan novel
triloginya Ronggeng Dukuh Paruk yang ditulis pada 1981. Belum lama ini
ia dianugerahi PWI Jateng Award 2012 dari PWI Jawa Tengah karena karya-karya
sastranya yang dinilai mampu menggugah dunia.
Lahir di Tinggarjaya, Jatilawang, Banyumas, Jawa Tengah pada
13 Juni 1948, Ahmad Tohari menamatkan SMA nya di Purwokerto. Setelah itu ia
menimba ilmu di Fakultas Ilmu Kedokteran Ibnu Khaldun, Jakarta (1967-1970),
Fakultas Ekonomi Universitas Sudirman, Purwokerto (1974-1975), dan Fakultas
Sosial Politik Universitas Sudirman (1975-1976).
Ahmad Tohari sudah banyak menulis novel, cerpen dan secara
rutin pernah mengisi kolom Resonansi di harian Republika. Karya-karya Ahmad Tohari
juga telah diterbitkan dalam berbagai bahasa seperti bahasa Jepang, Tionghoa,
Belanda dan Jerman. Novel Ronggeng Dukuh Paruk bahkan pernah ia
terbitkan dalam versi bahasa Banyumasan, yang kemudian mendapat penghargaan
Rancage dari Yayasan Rancage, Bandung pada tahun 2007.
Cerpennya yang berjudul "Jasa-jasa buat Sanwirya"
pernah mendapat hadiah hiburan Sayembara Kincir Emas 1975 yang diselenggarakan
Radio Nederlands Wereldomroep. Sedangkan novelnya Kubah yang terbit pada
tahun 1980 berhasil memenangkan hadiah Yayasan Buku Utama pada tahun 1980.
Beberapa waktu lalu novel triloginya, Ronggeng Dukuh
Paruk diadaptasi ke layar lebar dengan judul Sang Penari. Menurutnya di
film ini sang sutradara di beberapa bagian lebih berani menggambarkan apa yang
ia sendiri tidak berani menggambarkannya. Ia pun ikut larut dalam emosi film
ini meski endingnya tidak setragis versi novel.
Sinopsis Cerita
Di Desa
Karangsoga, Darsa bekerja sebagai penyadap nira kelapa. Ia memiliki seorang
istri yang sangat cantik bernama Lasiyah, anak mbok Wisyaji. Pak Wiryaji sendiri adalah paman darsa. Setiap hari Lasi membantu suaminya mencari
kayu bakar dan mengolah nira menjadi gula. Kehidupan penduduk karangsoga yang
mayoritas penyadap nira sangatlah miskin. Sebab harga satu kilo gula selalu
lebih rendah dari sekilo beras. Kebanyakan penyadap nira itu menjual gula
mereka ke Pak Tir seorang tengkulak gula yang kaya di desa Karangsoga.
Suatu hari
Darsa terjatuh dari pohon kelapa. Ia dibawa ke rumah sakit. Tetapi karena
berdah syaraf dan tak mampu membiayai, Darsa dirawat di rumah. Ternyata ia
terkena gangguan pada syaraf kandung kemih sehingga Darsa ngompol terus dan
impotent. Darsa dirawat oleh Bunek seorang dukun bayi sekaligus tukang pijat.
Beberapa bulan dirawat oleh Bunek, Darsa mengalami kemajuan bahkan bias sembuh.
Akan tetapi Darsa di jebak oleh Bunek dengan menyuruhnya membuktikan
kejantanannya kepada anak bungsu Bunek, Sipah yang pincang. Bunek tak ingin
anak bungsunya itu menjadi perawan tua, sedangkan Darsa sendiri merasa “rikuh”
menolak permintaan Bunek yang telah menyembuhkannya.
Peristiwa ini adalah awal kehancuran rumah tangga Darsa. Lasi minggat ke Jakarta dengan memaksa Pardi, supir truk Pak Tir yang biasa mengantar gula ke Jakarta. Di Jakarta, Lasi dititipkan diwarung Bu Koneng. Ternyata Bu Koneng menjual Lasi kepada Bu Lanting secara halus. Di ruamah Bu Lanting, Lasi dimanjakan. Bu lanting bermaksud menjual Lasi kepada Handarbeni seorang overste purnawirawan yang sedang mencari “bekisar” untuk dijadikan gundik. Istilah bekisar dinisbatkan pada Lasi yang ternyata seorang turunan Jepang. Memang ayah Lasi adalah seorang tentara Jepang yang tertarik dengan mbok Wiryaji muda. Tetapi si Jepang itu pergi semasa Lasi belum lahir dan dikabarkan tewas. Waktu kecil Lasi memang sering diolok-olok teman-temannya dengan sebutan Lasi-pang atau Lasi anak jepang, kecuali Kanjat anak Pak Tir. Walaupun umur kanjat lebih muda dari lasi, tetapi ia selalu ingin melindungi Lasi . ketika diperlihatkan foto Lasi yang berpakaian kimono, Handarbeni sangat tertarik. Katanya mirip artis Jepang Haruko Wanibuchi yang sangat digandruginya.
Peristiwa ini adalah awal kehancuran rumah tangga Darsa. Lasi minggat ke Jakarta dengan memaksa Pardi, supir truk Pak Tir yang biasa mengantar gula ke Jakarta. Di Jakarta, Lasi dititipkan diwarung Bu Koneng. Ternyata Bu Koneng menjual Lasi kepada Bu Lanting secara halus. Di ruamah Bu Lanting, Lasi dimanjakan. Bu lanting bermaksud menjual Lasi kepada Handarbeni seorang overste purnawirawan yang sedang mencari “bekisar” untuk dijadikan gundik. Istilah bekisar dinisbatkan pada Lasi yang ternyata seorang turunan Jepang. Memang ayah Lasi adalah seorang tentara Jepang yang tertarik dengan mbok Wiryaji muda. Tetapi si Jepang itu pergi semasa Lasi belum lahir dan dikabarkan tewas. Waktu kecil Lasi memang sering diolok-olok teman-temannya dengan sebutan Lasi-pang atau Lasi anak jepang, kecuali Kanjat anak Pak Tir. Walaupun umur kanjat lebih muda dari lasi, tetapi ia selalu ingin melindungi Lasi . ketika diperlihatkan foto Lasi yang berpakaian kimono, Handarbeni sangat tertarik. Katanya mirip artis Jepang Haruko Wanibuchi yang sangat digandruginya.
Lasi tak bias
menolak tawaran Bu lanting untuk menjadikan dirinya sebagai gundik Handarbeni
karena ia merasa “kepotangan budi”. Dengan terpaksa dan seperti main-main kawin-kawinan
seperti ketika ia masih kecil dulu. Dan Lasi mencintai Kanjat setelah sekian
lama mereka berpisah dan bertemu dengan nya ketika ia ingin menjemput Lasi
pulang ke kampungnya saat itu ia sedang menunggu tamu Bu Lanting yaitu pak
Handarbeni ia akhirnya menikah dengan Pak Handarbeni selama 2 tahun dan setelah
itu ada seorang teman Bu Lanting yang suka kepadanya yaitu Pak Bambung tetapi
ia menolak dan pulang ke kampungnya. Di Karangsoga ia menikah dengan Kanjat di
saksiakan kerabat dekat orang tua dan Eyang Mus.
Kelebihan
dan kelemahan novel Bekisar Merah:
1. Kelebihan Novel
·
Novel
memberikan nilai-nilai ektrinsik yaitu nilai sosial, nilai budaya, nilai
ekonomi, nilai agama yang memberikan ajaran pada pembaca
·
Novel
memberikan informasi tentang kehidupan masyarakat penyadap air nira kelapa dan
kehidupan kota yang sangat berbanding terbalik dengan kehidupan yang ada di
desa Karangsoga dan itu memang ada di dalam kehidupan kita jarak strata
kehidupan orang desa yang miskin serba kekurangan dan orang kaya di kota yang
bermewah-mewah dan punya jabatan yang tinggi.
·
Nilai
kesetiaaan seorang istri merawat suaminya yang sakit yang menggugah pembaca.
2.
Kekurangan
novel
·
Akhir dari
cerita novel ini masih menggantung, tidak jelas akhirnya
·
Di dalam novel
terdapat banyak kata-kaya yang berasal dari bahasa daerah Jawa yang tida semua
pembaca dapat mengerti, terdapat kata-kata kasar yang terlalu fullgar misalnya kata ”lemah pucuk
penyakit si Darsah”.
Sedikit menyinggung tentang teori yang akan
digunakan untuk menganalisis unsur dalam Bekisar Merah, yaitu feminisme.
Feminisme adalah sebuah gerakan perempuan
yang menuntut emansipasi atau kesamaan dan keadilan hak dengan pria.
Tokoh feminisme disebut feminis. Feminisme sebagai filsafat dan gerakan
berkaitan dengan Era Pencerahan di Eropa yang dipelopori oleh Lady Mary Wortley
Montagu dan Marquis de Condorce. kata feminisme pertama kali dicetuskan oleh
aktivis sosialis utopis, Charles fourier pada tahun 1873. Pergerakan yang
berpusat di Eropa ini berpindak ke Amerika dan berkembang pesat sejak publikasi
John Stuart Mill, Perempuan sebagai Subyek pada tahun 1869. Perjuangan mereka
menandai kelahiran feminisme Gelombang pertama. Pada awalnya gerakan ditujukan
untuk mengakhiri masa-masa pemasungan terhadap kebebasan perempuan. Secara umum
kaum perempuan (feminim) merasa dirugikan dalam semua bidang dan dinommor
duakan oleh kaum laki-laki (maskulin) dalam bidang sosial, pekerjaan,
pendidikan, dan politik khususnya. Terutama dalam masyarakat yang bersifat
patriarki. Sebenarnya ada fundamentalisme agama yang melakukan opresi terhadap
kaum perempuan memperburuk situasi. Di lingkungan agama Islam, wanita tidak
boleh menjadi iman dan drajat wanita di bawah laki-laki. Pergerakan di Eropa
untuk menaikkan derajat kaum perempuan disusul oleh Amerika Serikat saat
terjadi revolusi sosial dan politik. Pada tahun 1792 Mary Wollstonecraft
membuat karya tulis berjudul “Mempertahankan Hak-hak Wanita” (Vindication of
the Right of Woman) yang berisi prinsip-prinsip feminisme dasar yang digunakan
dikemudian hari. Pada tahun-tahun 1830-1840 sejalan terhadap pemberantasan
praktik perbudakan, hak-hak kaum perempuan mulai diperhatikan dengan adanya
perbaikan dalam jam kerja dan gaji kerja. Selain itu, perempuan juga diberi
kesempatan ikut dalam pendidikan dan ikur serta dalam hak pilih. Pada tahun
1960 munculnya negara-negara baru, menjadi awal bagi perempuan mendapatkan hak
pilih dan selanjutnya ikut ranah politik kenegaraan dengan diikutsertakan perempuan
dalam hak suara parlemen.
Analisis:
Pada
novel “Bekisar Merah”, Ahmad Tohari menulis dengan sudut pandang orang di luar
cerita. Sehingga tak ada kata yang menunjukkan penulis masuk dalam cerita novel
tersebut. Ahmad Tohari menaruh kefeminismean kepada tokoh Lasi. Namun, Ahmad
Tohari menggambarkan tokoh Lasi yang berusaha memuaskan suaminya dengan caranya
sendiri. ketidakfeminismean dalam Bekisar Merah di ceritakan dengan penindasan
seorang tokoh Lasi karena asal-usulnya, ekonomi keluarga, dan diduakan oleh
suaminya. Dari situ terlihat muncul ide dari seorang Ahmad Tohari untuk
mengembangkan cerita. Lasi yang mulai tidak tahan dengan penindasan atau
peremehan yang dia terima, maka mengambil keputusan yang nekat. Namun, awalnya
masih belum keluar dari sesuatu yang sebenarnya menindas Lasi. Dia masih
tertindas, tapi Ahmad Tohari menceritakannya dengan kalimat yang tidak langsung
menuju kepada penindasan, namun menceritakan dengan cara tingkah laku tokoh
lain.
Feminisme
yang merupakan sebuah gerakan
perempuan yang menuntut emansipasi
atau kesamaan dan keadilan hak
dengan pria,
terlihat dalam novel Bekisar Merah karya Ahmad Tohari ini. Namun, semua itu
didapat dengan proses yang panjang dan sulit. Ketika sebuah kefeminismean sudah
didapat semua oleh tokoh Lasi, Ahmad Tohari tidak menceritakan kehidupan tokoh
Lasi secara detail. Sehingga feminisme yang didapat terlihat hanya sekejap dan
ceritanya terasa menggantung.
Rabu, 12 Desember 2012
SINOPSIS DAN KARAKTERISTIK ROMAN SAMAN
Sinopsis:
Saman
yang aslinya bernama Athanasius Wisanggeni mempunyai nama panggilan akrab Wis.
Dia merubah namanya karena suatu peristiwa yang terjadi. Wis yang beragama
katolik mengabdikan dirinya sebagai pastor di gereja. Namun ia sangat ingin
mengabdikan dirinya disuatu desa kecil dimana dia dulu tinggal dengan
keluarganya. Desa prabumulih yang menyimpan banyak misteri. Karena tidak
diizinkan maka ia hanya boleh berlibur saja. Sebelum sampai ditempat
pengabdiannya sebagai Pastor Paroki Parid, dia menyempatkan diri di rumah yang
10 tahun silam menjadi tempat tinggal bersama keluarganya. Karena terlalu
sering berkunjung ke rumah tersebut dan cerita banyak hal dengan pemilik rumah
yang sekarang maka Wis menjadi akarab, bahkan ia dipercaya untuk menempati
rumah tersebut ketika istri pemilik rumah ke Jakarta untuk melahirkan.
Ketika
Wis tinggal di rumah itu, kembali ia merasakan hal-hal aneh seperti yang
terjadi pada masa kecilnya dulu. Ia juga bisa mendengar suara yang dia anggap
sebagai adik-adiknya. Namun suatu ketika ia mendengaar suara perempuan yang tak
jelas namun terasa dekat di belakangnya. Ketika ia toleh ternyata tidak ada
siapa-siapa sampai berulang kali. Dan sehingga ia memberanikan diri untuk
melihat dibalik jendela dan ternyata ada anak perempuan yang wajahnya tidak beraturan. Kemudian gadis itu dipegang
olehnya, namun ia menggerang. Karena takut dilihat orang kemudian Wis
melepaskannya. Gadis itu lari ke dalam hutan dan tidak begitu jauh tiba-tiba
dia menghilang. Ketika Wis mengikuti ternyata gadis itu masuk kedalam sumur dan
kemudian Wis minta tolong kepada orang-orang yang ada di sekitar sana. Dan
ternyata mendapat informasi kalau gadis itu dianggap gila karena kelakuan yang
aneh. Namun ketika Wis minta tolong kepada seseorang untuk menolongnya keedalam
sumur tidak ada yang berani. Kemudian wis memberanikan diri untuk masuk ke
sumur untuk menolong gadis tersebut. Wis dan gadis itu selamat. Setelah
diketahhuin ternyata gadis itu bernama Upi yang terkena gangguan jiwa dan tidak
mengerti bahasa manusia.
Ketika
Upi dikembalikan kepada orang tuanya, orang tua
Upi bercerita kepada Wis tentang apa yang terjadi pada anaknya sehingga
mebuat Upi seperti itu. Kemudian Wis tahu kenapa Upi diasingkan di rumah
pemasungan yang kecil dan tidak lebih baik dari kandang kambing. Itu dilakukan
supaya tidak membahayakan atau menambah korban lagi setelah kakaknya buta
gara-gara perbuatan Upi. Karena tidak tega dengan keadaan tempat tinggal Upi
maka Wis membangunkan rumah pasung yang lebih besar dan nyaman. Berawal dari
situ Wis juga merasa prihatin melihat keadaan kebun di tempat itu. Dia takut
kalau mereka pindah dari situ Upi tidak akan mendapat tempat yang layak.
Kemudian dengan izin Uskup untuk berkarya di perkebunan, Wis membuat tempat pengolahan
keret sederhana dan pembangkit tenaga listrik untuk wilayah Lubukrantau
tersebut. Namun, semua usahanya untuk mensejahterakan petani disitu sia-sia
karena ada pihak yang ingin membeli seluruh lahan karet untuk dijadikan kebun
kelapa sawit. Karena ada perlawanana dari petani maka pihak tersebut membuat
teror dengan meperkosa Upi. Setelah diketahui akan ada yang akan datang dari
pihak pembeli, maka para perempuan dan anak-anak diamankan di surau. Kemudian
ada yang datang dan rumah para petani tersebut dibakar dan menculik Wis ke
penjara pengasingan. Disitu Wis disiksa habis-habisan supaya mengakui apa yang
sebenarnya tidak ia lakukan. Kemudian ia mengarang cerita untuk mengurangi
penyiksaan pada dirinya. Hal tersebut terus dilakukan sampai suatu ketika
tempat penyekapan itu terbakar dan tanpa sadar ia mendengar suara kecil dan dia
selamat dari kobaran api tersebut. Pada saat itu juga dia ditolong Anson yaitu
abang Upi dan anak dari Mak Argani. Padahal yang membakar tempat itu ialah
Anson dan kawan-kawannya. Sesampai di rumah sakit ia dijenguk Pater Westenberg
dan membicarakan informasi yang berkembang setelah kejadian itu dan statusnya
menjadi buron.
Tak
lama kemudian sebuah mobil membawa Wis pergi ke suatu tempat yang aman. Di sana
Wis dirawat sampai sembuh. Kemudain ia juga sekalian mengganti identitasnya
sampai peristiwa itu selesai, kira-kira dua tahun lamanya. Ia memilih nama
Saman tanpa pertimbangan.
Dalam
kehidupannya, Saman juga pernah terlibat dengan kehidupan empat orang gadis
yang bersahabat. Mereka adalah Shakuntala yang sangat membenci ayahnya, Yasmin
yang membenci guru, Laila yang membenci laki-laki dan Cok yang tidak bisa
menemukan apa yang harus ia benci. Kebencian Laila hilang ketika ia jatuh cinta
pada Wisanggeni yang waktu itu mahasiswa yang mendapat tugas membimbing
rekoleksi di SMP mereka. Keluarga Laila tidak seetuju karena yang didekati
calon pastor begitu juga dengan Yasmin, namun Yasmin yang selalu mengatur
pertemuan Laila dengan Wis.
Semua
telah berubah. Laila tidak lagi mencintai Wisanggeni yang sudah menjadi nama
menjadi Saman. Namun ia mencintai Sihar, seorang yang sudah berkeluarga.
Meskipun demikian, Laila paling kuat mempertahankan keperawanannya dibanding
ketiga sahabatnya.
Mengetahui
posisi Saman yang tidak aman, maka persahabatan itu juga yang menyelamatkannya.
Ia dikirim ke New York oleh Yasmin dan Cok. Dari kejadian itu, mereka menjadi
sering berkomunikasi di dunia maya. Disisi lain Saman sangat dekat dengan
Yasmin. Kemudian itu yang membuat Yasmin berselingkuh dengan Saman karena
mengetahui kalau suaminya Lukas tidak dapat memberikan keturunan. Sehingga
muncul niatan pada diri Saman untuk menolong Yasmin supaya mendapat anak dari
Saman.
Amanat:
Ø Janganlah menghindar dari masalah
jika merasa tidak bersalah.
Ø Jagalah kehormatan sebagai perempuan
supaya menjadi perempuan sejati.
Ø Jangan mengumbar janji jika masih
belum yakin dapat melakukan
Ø Dalam hukum, tak ada perlakuan yang
sama menurut kesalahannya.
Komentar:
Novel Saman
merupakan karya Ayu Utami yang memenagkan Sayembara Roman Dewan Kesenian tahun
1998. Semua itu karena novel ini berani tampil beda dan dijadikan senagai
tonggak pembaharuan Sastra Indonesia dalam Sejarah Sastra.
Dalam novelnya, Ayu
Utami menggabungkan dua dunia yang sangat kontras. Yaitu dunia modern yang dekat
dengan pergaulan bebas dan yang sarat dengan makhluk halus, bahkan makhluk
halus yang mampu beerkomunikasi dengan manusia. Ayu Utami juga mengankat
ceritan dua agama yaitu Islam dan Katolik.
Dalam novel ini
terdapat beberapa karakteristik, diantaranya: bertemakan cinta dan seks,
menggunakakn bahasa Indonesia, dan menggunakan bahasa daerah dengan logat
Batak.
Menurut saya,
kelemahan novel ini hanyalah soal keberanian Ayu Utami dalam memaparkan seks
secara jelas dan tidak ditutup-tutupi. Dapat disimpulkan bahwa novel ini hanya
dapat dibaca oleh orang dewasa dan remaja yang sudah matang cara pemikirannya.
Minggu, 09 Desember 2012
Perasaan nan Indah
Kita bagaikan satu samudra yang terpisah
Dibelah oleh waktu yang gerah
Akan kisah kita nan indah
Kau disana bersamanya
Dengan seorang yang kau cinta
Aku disini bersama hatiku
Yang selalu aku jaga untuk dirimu
Mungkinkah ini kebodohan
Yang diri ini lakukan
Namun inilah kenyataan
Kinanthi...
Kaulah tembang cilik yang aku idamkan
Sungguh tak kuasa hati ini untuk memendam
Suara hati yang menjerit lantang
Menyebut cinta yang datang
Dari Tembang Cilik Di Tengah Malam
Sungguh indah yang kurasa
Karena Bersamamu Aku Bahagia.
From: Hunn
Dibelah oleh waktu yang gerah
Akan kisah kita nan indah
Kau disana bersamanya
Dengan seorang yang kau cinta
Aku disini bersama hatiku
Yang selalu aku jaga untuk dirimu
Mungkinkah ini kebodohan
Yang diri ini lakukan
Namun inilah kenyataan
Kinanthi...
Kaulah tembang cilik yang aku idamkan
Sungguh tak kuasa hati ini untuk memendam
Suara hati yang menjerit lantang
Menyebut cinta yang datang
Dari Tembang Cilik Di Tengah Malam
Sungguh indah yang kurasa
Karena Bersamamu Aku Bahagia.
From: Hunn
Rabu, 05 Desember 2012
Rintihan Hati
Astaghfirullah
Salah apa hamba ini Ya Alloh
Hingga kau beri coba'an yang seperti ini
Seseorang yang aku sayank sudah sulit terdeteksi
Kemana hati insan yang KAU utus itu Ya Alloh
Ataukan dia begitu karena hanya ingin menyenangkan hati seseorang itu
Namunkah memang dia menaruh rasa pada seseorang itu
Hingga dia tega membuatku begini
Sungguh bingung dan resah yang aku rasa
Ya Alloh
Aku mohon dengarkan curahtaku ini
Aku mohon kabulkan do'aku ini
Ya Alloh
Aku hanya ingin hati insan yang kau utus itu terbuka
Senyapkan rasanya kepada orang lain
Tonjolkan rasa sayangnya kepada daku
Karena KAU telah mengutusnya menjadi bidadari ke-2 dalam hidupku
Sehingga membuatku tak berdaya tanpanya
Ya Allah
Jangan biarkan do'aku berkeliaran
Sehingga membuat hatiku tak tenang
From: Hunn
Salah apa hamba ini Ya Alloh
Hingga kau beri coba'an yang seperti ini
Seseorang yang aku sayank sudah sulit terdeteksi
Kemana hati insan yang KAU utus itu Ya Alloh
Ataukan dia begitu karena hanya ingin menyenangkan hati seseorang itu
Namunkah memang dia menaruh rasa pada seseorang itu
Hingga dia tega membuatku begini
Sungguh bingung dan resah yang aku rasa
Ya Alloh
Aku mohon dengarkan curahtaku ini
Aku mohon kabulkan do'aku ini
Ya Alloh
Aku hanya ingin hati insan yang kau utus itu terbuka
Senyapkan rasanya kepada orang lain
Tonjolkan rasa sayangnya kepada daku
Karena KAU telah mengutusnya menjadi bidadari ke-2 dalam hidupku
Sehingga membuatku tak berdaya tanpanya
Ya Allah
Jangan biarkan do'aku berkeliaran
Sehingga membuat hatiku tak tenang
From: Hunn
Selasa, 04 Desember 2012
Bahagia Bersamamu
Sungguh waktu itu tak disangka
Aku mengenalmu tanpa terduga
Mungkinkah ini kebetulan semata
Ataukah ini jalan takdir kita?
Saat itu berawal dari saling senyum sapa
Namun yang aku rasakan hanya biasa
Seiring berjalannya waktu
Aku mulai memahami perasaanku
Kenapa hati ini selalu berbeda ketika disandingmu
Hingga seolah tak dapat diungkapkan dengan kalimat
Inikah rasa yang sebenarnya ketika awal kita bertemu
Sungguh rencana Tuhan yang penuh dengan tanda tanya.
Setelah aku renungkan dilahan sujudku
Ternyata perasaan ini benar adanya
Disandingmu membuat sesuatu yang berbeda
Inikah yang dinamakan kebahagiaan ketika bersamamu?
Dan kembali aku kelahan sujudku
Merenungkan atas kebenaran itu
Kembali sama hasil yang ku dapatkan.
Akankah kau mau menjawab semua perasaanku ini dengan cerita yang hanya terdapat AKU dan KAMU dengan usaha dan niatan LILLAHI TA'ALA???????
From: Hunn'e Manyun
Aku mengenalmu tanpa terduga
Mungkinkah ini kebetulan semata
Ataukah ini jalan takdir kita?
Saat itu berawal dari saling senyum sapa
Namun yang aku rasakan hanya biasa
Seiring berjalannya waktu
Aku mulai memahami perasaanku
Kenapa hati ini selalu berbeda ketika disandingmu
Hingga seolah tak dapat diungkapkan dengan kalimat
Inikah rasa yang sebenarnya ketika awal kita bertemu
Sungguh rencana Tuhan yang penuh dengan tanda tanya.
Setelah aku renungkan dilahan sujudku
Ternyata perasaan ini benar adanya
Disandingmu membuat sesuatu yang berbeda
Inikah yang dinamakan kebahagiaan ketika bersamamu?
Dan kembali aku kelahan sujudku
Merenungkan atas kebenaran itu
Kembali sama hasil yang ku dapatkan.
Akankah kau mau menjawab semua perasaanku ini dengan cerita yang hanya terdapat AKU dan KAMU dengan usaha dan niatan LILLAHI TA'ALA???????
From: Hunn'e Manyun
Senin, 03 Desember 2012
Menjauh Sesaat
Aku sembunyi
Bukan maksud untuk menghindari
Aku begini
Untuk menghapus beban batin yang kau hadapi
Aku disini tetap menanti
Dirimu yang telah mengisi lubuk Hati
Meskipun aku menahan perih
Namun ketenangan batinmu yang harus aku pahami
Aku tak ingin kau tertekan
Akan ulahku yang tak dapat terkendalikan
Yang aku ingin kasih sayang
Tanpa ada paksaan dan dirugikan.
Aku akan tetap menanti dalam sembunyiku saat ini.
Bukan maksud untuk menghindari
Aku begini
Untuk menghapus beban batin yang kau hadapi
Aku disini tetap menanti
Dirimu yang telah mengisi lubuk Hati
Meskipun aku menahan perih
Namun ketenangan batinmu yang harus aku pahami
Aku tak ingin kau tertekan
Akan ulahku yang tak dapat terkendalikan
Yang aku ingin kasih sayang
Tanpa ada paksaan dan dirugikan.
Aku akan tetap menanti dalam sembunyiku saat ini.
Langganan:
Komentar (Atom)